Selasa, 22 Februari 2011

Ruang lingkup Psikologi Lingkungan

LINGKUP PSIKOLOGI LINGKUNGAN
Proshanky (1947) melihat bahwa psikologi lingkungan memberi perhatian terhadap manusia, tempat serta perilaku dan pengalaman-pengalaman manusia dalam hubungannya dengan setting fisik. Lingkungan fisik tidak hanya berarti rangsangan-rangsangan fisik saja terhadap objek-objek fisik saja, tetapi lebih dari itu kompleksitas yang terdiri dari beberapa setting fisik dimana seseorang tinggal, berinteraksi dan beraktifitas.
Ruang lingkup psikologi lingkungan lebih jauh membahas : rancangan (desain), organisasi dan pemaknaan, ataupun hal-hal yang lebih spefisik seperti ruang-ruang, bangunan-bangunan, ketetanggan, rumah sakit dan ruang-ruangnya, perumahan, apartemen, museum, sekolah, serta setting lainnya pada lingkup bervariasi.
Sosiologi memiliki kedekatan dengan psikologi lingkungan, perbedannya terletak pada unit analisisnya. Jika pada sosiologi unit analisnya adalah unit-unit pada masyarakat seperti penduduk kota, pemetintah, dan sebagainya, sedangkan psikologi lingkungan unit analisisnya adalah manusia dan kumpulan manusia sebagai individu. Jenis-jenis lingkungan dalam sosiologi lingkungan yang beberapa diantaranya juga digunakan dalam psikologi lingkungan adalah (Sarwono,1992) :
1. Lingkungan alamiah seperti padang pasir, pegunungan, dan lain-lain
2. Lingkungan buatan atau binaan seperti taman kota, jalan raya, jalan tol, gedung pencakar langit, dan sebagainya
3. Lingkungan sosial
4. Lingkungan yang dimodifikasi
Sementara itu, Veitch dan Arkkelin (1995) mengatakan bahwa psikologi lingkungan adalah suatu area dari pencarian yang bercabang dari cabang disiplin ilmu lain seperti biologi, kimia, fisika, psikologi, geografi, ekonomi, sosiologi, sejarah, filsafat, beserta sub disiplin ilmu dan rekayasanya. Oleh karena itu, berdasarkan ruang lingkupnya, maka psikologi lingkungan ternyata selain membahas setting-setting yang berhubungan dengan manusia dan perilakunya, juga melibatkan disiplin ilmu yang beragam.
AMBIENT CONDITION DAN ARCHITECTURAL CONDITION
Dalam hubungannya dengan lingkungan fisik Wrighstman dan Deaux (1981) membedakan dua bentuk lualitas lingkungan yang meliputi :
1. Ambient Condition
Kualitas fisik dari keadaan yang mengelilingi individu seperti suara, cahaya, warna, kualitas udara, tempratur, dan kelembapan.
2. Architectural Condition
Yang tercakup di dalamnya adalah seting-seting yang bersifat permanen. Misalnya dalam suatu ruangan, yang termasuk di dalamnya antara lain konfigurasi dinding, lantai, atap, serta pengaturan perabotan dan dekorasi.

Senin, 14 Februari 2011

Sejarah dan Pengertian Psikologi Lingkungan

PSIKOLOGI LINGKUNGAN

A. Sejarah Psikologi Lingkungan
1. Latar Belakang Sejarah Psikologi Lingkungan
Kurt Lewin yang pertama kali memperkenalkan field theory (teori medan) yang merupakan salah satu langkah awal dari teori yang mempertimbangkan interaksi antara lingkungan dengan manusia. Lewin mengatakan bahwa tingkah laku adalah fungsi dari pribadi dan lingkungan, sehingga dapat diformulasikan menjadi :


TL : Tingkah Laku
F : Fungsi
P : Pribadi
L : Lingkungan
Berdasarkan rumusan tersebut, Lewin mengajukan adanya kekuatan-kekuatan yang terjadi selama interaksi antara manusia dengan lingkungan. Masing-masing komponen tersebut bergerak suatu kekuatan-kekuatan yang terjadi pada medan interaksi, yaitu daya tarik dan daya mendekat, dan daya tolak dan daya menjauh. Interaksi tersebut terjadi pada lapangan psikologis seseorang (penghuni/pemakai) yang pada akhirnya akan mencerminkan tingkah laku penghuni (Iskandar, 1990).
Berdasarkan formulasi di atas, maka P (Pribadi) dan L (Lingkungan) merupakan variable bebas atau yang mempengaruhi, sementara TL (Tingkah Laku) merupakan variable terikat atau yang dipengaruhi (Veitch dan Arkkelin, 1995).
Sebelum kita kenal istilah psikologi lingkungan (environmental psychology) yang sudah baku, beberapa istilah lain telah mendahuluinya. Semula Lewin pada tahun 1943 memberikan istilah ekologi psikologi ( psylogical ecology ). Lalu Egon Brunswik dengan beberapa mahasiswanya mengajukan istilah psikologi ekologi ( psylogical ecology ). Pada tahun 1947, Roger Barker dan Herber Wright memperkenalkan istilah seting perilaku ( behavioral setting ) untuk suatu unit ekologi kecil yang melingkupi perilaku manusia sehari-hari.
Jurnal professional yang pertama diterbitkan pada akhir 1960-an banyak menggunakan istilah lingkungan dan perilaku. Baru pada tahun 1968, Harold Prohansky dan William Ittelson memperkenalkan program tingkat doctoral yang pertama dalam bidang psikologi lingkungan (environmental psychology) di CNUY ( City University of New York ), (Gifford, 1987).

B.Definisi Psikologi Lingkungan
Psikologi lingkungan adalah ilmu kejiwaan yang mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan ataupun lingkungan alam.
Definisi psikologi lingkungan memiliki beragam batasan, psikologi lingkungan merupakan disiplin yang memperhatikan dan mempelajari tentang hubungan perilaku manusia dengan lingkungan fisik (Heimstra dan Mc.Farling, 1989). Gifford (1987) mendefinisikan psikologi lingkungan sebagai studi dari transaksi diantara individu dengan seting fisiknya.
Ahli lain seperti Canter dan Craik mengatakan bahwa psikologi lingkungan adalah area psikologi yang melakukan konjungsi dan analisis tentang transaksi dan hubungan antara pengalaman dan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan lingkungan sosiofisik.